Kamis, 21 Juni 2012

Grand Design Hidup

Maaalllaaammm 08.13 P.M

PKMF 2012 Cooming Soon!! Semangaaattttt

Totalitas Perjuangan kita butuh wujud nyata!
Semua butuh proses. Yupss, salah satunya melalui Pelatihan Kepemimpinan.
Lewat proses Pelatihan Kepemimpinan, kita akan dilatih dari ^Mula^  (awal menjadi Mahasiswa), lalu menjadi ^Muda^ kontribusi kita dalam organisasi di jurusan. Nah, setelah sudah menjadi ^Muda^, ada tingkatan lagi diatasnya, yang akan membuka pintu kita menuju kontribusi di Fakultas, yaitu ^Madya^.
Untuk menjadi ^Madya^, kita sebagai calon ^Madya^ haruslah melewati sebuah proses Pelatihan Kepemimpinan Fakultas, yang akan membuka selebar-lebarnya pintu kita dalam organisasi di Fakultas.
Semangaaaaatttt!!

Nanti kalau sudah di Fakultas dan menjadi ^Madya^, ada lagi loh tingkatan diatasnya, yaitu ^Purna^. Kalau ^Purna^ akan mewujudkan impian-impian kita dengan mengabdi dan berkontribusi dalam organisasi di Universitas.

Teman-teman banyak yang belum tahu apa manfaat dan keuntungannya kan? Banyak teman-teman yang memandang sebelah mata tentang seorang aktivis dalam organisasi. Takut beginilah, takut begitulah. Takut IP nya rendah lah, takut waktunya terbuang lah, takut lulusnya lama lah, dan lain-lain. ehmmm HARAP mindset nya diubah yaa, teman-teman.

Berikut ini adalah salah satu tugas untuk PKMF 2012, yang akan dilaksanakan 21-22 Juni 2012.
Tugasnya adalah membuat Grand Design Hidup Kita ;D

****


Rencanakan Hidup Kita


           Jika Impian dan cita-cita sudah dicanangkan dan kita sudah tahu apa yang harus dikerjakan, mulailah menjalankan apa yang harus kita kerjakan. Pertanyaan yang datang kemudian biasanya adalah, saya harus mulai dari mana?

         Memulai dari mana memang terkadang menjadi kesulitan saat kita ingin mencapai impian dan cita-cita kita. ^Just Do It, Now^, lakukan sajalah apapun yang sudah kita rencanakan, yaitu dengan mulai melakukan apa yang kita rasa mudah untuk dilakukan, lambat laun kita akan mengerti dan bisa mengukur sejauh mana pekerjaan yang sudah kita lakukan memberikan kontribusi pada apa yang akan kita bangun secara keseluruhan. Kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan serta terus menerus melakukan perbaikan terhadap proses yang kita jalani.

         Kita akan merencanakan hidup untuk membuat kita menjadi lebih optimis lagi dalam menjalani kehidupan. Selain lebih optimis, jika kita selalu merencanakan hidup kita, kita akan selalu dapat bercermin terhadap segala sesuatunya, dan kita dalam menjalani kehidupan akan menjadi lebih terarah dalam menggapai tujuan-tujuan hidup yang sudah kita rencanakan. Jadi, renacanakanlah hidup kita.

Perbaikilah apa yang tersisa, semoga Allah  memperbaiki apa yang telah lewat

(_Amru Muhammad Khalid_)

         Kini saatnya kita menyusun atau merancang dan menata ulang peta hidup kita masing-masing. Seacak kadut apapun kita , kalau masih punya energi untuk berubah dan berbenah, saya yakin bisa!


          Menurut referensi buku yang saya baca, yaitu Happy Ending Full Barokah oleh Solikhin Abu Izzudin, beliau juga menulis dari referensi yaitu, majalah Da`watuna, bahwa kehidupan manusia terbagi dalam 4 fase. Fase-fase kehidupan manusia, yaitu Fase Pematangan Diri (25-35 tahun), Fase Pematangan Kemampuan (35-45 tahun), Fase Pematangan Peran (45-55 tahun), dan Fase Kearifan Filosofis (55-65 tahun).

        Sebelum berumur 25 tahun, saya ingin sekali bisa mewujudkan impian-impian saya dalam dunia kampus, sebagai Mahasiswi. Saya ingin sekali bisa berkontribusi dalam keorganisasian kampus, mulai dari jurusan, fakultas, sampai Universitas. Impian saya adalah, saya ingin sekali menjadi salah satu staff atau bahkan KaDept. Kominfo BEM Universitas Negeri Jakarta. Tapi, tidak hanya sekedar Mahasiswi yang aktif dalam bidang keorganisasiannya saja, saya juga ingin bisa dan sukses dalam akademis yang saya tempuh selama kuliah, seperti IP konstan atau bahkan cum laude, lulus tepat pada waktunya atau bahkan lebih cepat (Aaammiiinnn).


        Selain itu, ada satu hal lagi yang saya ingin wujudkan sebelum lulus S1 Fisika FMIPA UNJ, saya ingin sekali bisa maju ke PIMNAS mewakili Universitas Negeri Jakarta atas PKM yang saya buat. Saya akan berusaha mewujudkan impian-impian saya melalui berbagai proses yang akan saya jalani.


        Lalu, Fase Pematangan Diri. Saya akan memulai menemukan jati diri dan harus sudah matang dalam pilihan profesionalisme. Di usia ini, saya sudah harus menjadi seorang guru (guru Fisika) profesional yang mengajarkan dan berbagi ilmu-ilmu yang saya punya kepada murid-murid saya kelak nanti. Dan di dalam fase ini, saya juga sudah harus S2. Saya ingin sekali bisa melanjutkan studi S2 saya di Indira Gandhi National University, New Dehli, India. (Aaammmiiiinnn)


        Selanjutnya adalah Fase Pematangan Kemampuan. Saya sudah harus mempunyai pemahaman filosofis bidang profesi saya dan pemahaman multiaspek pengembangan ilmu saya. Saya akan terus menjalankan profesi saya kelak nanti (guru fisika) lebih profesional lagi. Saya harus bisa berkecimpung dalam ranah Nasional. Saya ingin sekali membawa murid-murid saya menuju gerbang Olimpiade Fisika tingkat Nasional.


        Lalu, difase ini, saya sudah mempunyai keluarga yang harmonis dan sudah menjadi Ibu dari anak-anak saya. Saya akan memberikan pendidikan yang terbaik buat anak-anak saya kelak nanti. Saya sudah harus dapat membeli mobil pribadi dari hasil tabungan kerja saya. Dan tak lupa, saya juga ingin berkeliling Indonesia dan mengeksplore kebudayaan dan kekayaan yang Indonesia miliki (Aaaammmiiinnn).


        Kemudian, Fase Pematangan Peran. Saya harus mengetahui multiaspek profesi saya lebih dalam lagi dan saya harus sudah mulai berperan di tingkat nasional. Saya ingin sekali bisa menjadi kebanggan Indonesia (Ammiinn). Di usia ini saya juga ingin menjadi seorang Motivator di berbagai kesempatan, seperti seminar-seminar, acara Talkshow, dan lain-lain. Menjadi seorang Motivator yang dapat memgelorakan semangat muda-mudi bangsa Indonesia.


        Dan fase yang terakhir adalah Fase Kearifan Filosofis. Saya ingin kaya pengalaman nasional dan internasional dan juga menjadi rujukan. Mungkin, diusia ini saya sudah menjadi seorang Nenek, nenek yang mempunyai banyak pengalaman dalam bidang apapun. Saya ingin sekali menularkan semangat-semangat kepada cucu-cucu saya nanti. Dan kalau bisa, kelak nanti dalam fase ini, saya ingin juga dapat berperan di tingkat Internasional. Saya ingin sekali bisa menjadi Wanita ke-3 Peraih Nobel dalam bidang Fisika (Aaammiinn).

        Tugas kita adalah menggali potensi dan mengfokuskan energi , menemukan kekuatan, mengumpulkan kedahsyatan, dan meraih kemenangan.Grand Design Hidup sangat berguna dalam menyibak masalah dan menemukan solusi saat problema menghampiri. Lalu, tunggu apa lagi, Petakanlah Hidup Kita!, Rencanakanlah Hidup Kita!, dan Nikmatilah Proses Hidup yang akan kita jalani!


*****

2 komentar:

  1. Gue komentarin bagian ini aja deh

    " Selanjutnya adalah Fase Pematangan Kemampuan. bla bla bla

    Lalu, difase ini, saya sudah mempunyai keluarga yang harmonis dan sudah menjadi Ibu dari anak-anak saya."

    Berarti nikahnya umur 35 tahun dong?? Kasian looh, anak-anaknya nanti baru umur 15 tahun malah diasuh sama nenek-nenek :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. aarrggggghhh >,< akh gue nyesel komenin grand design punya lu T_T ggrrr..
      iissshh aduh gimana yah.. iyah juga yah.. tapi maksud gue bukan itu nico!!

      Pokoknya diumur 35 itu, (insya Allah) gue udah jadi Ibu dan punya anak..
      Nah, berarti nikahnya yaaa dibawah umur segitu lah (ammmiinnnn)..
      Nikahnya di fase Pematangan Diri.. begitu..

      Hapus

Yuk cuap-cuap \^0^/

Terima Kasih telah berkunjung