Nangis 30 Detik Karena Buku Kalkulus Episode 3

Sabtu, Maret 10, 2012 0 Comments A+ a-


Lanjutan dari "Episode 1" dan "Episode 2" :o


Jrreennggg jreennggg, salah semua. Yang bener, Kiar-Diah, Hendrik-kokoh, Puji-Lisda, dan Hafids-gue. (fakta berbicara). Yah itulah pasangan buku Kalkulus.
Kenapa bisa Hafids sama gue ??? bukan gue dengan Puji ?? 

Hah?? à INI NIH YANG MENYEBABKAN AIR MATA BERLIAN GUE BERCUCURAN.

Jadi, yaaa Pak Hadi memang benar, ngomong Gia sama Idrus. Huh! Untung saja, dicegah. Akhirnya Gia-Hafidz. Serius loh, kok pak Hadi menyebut nama gue Gia yaaa??? ~gila masih gak abis pikir gue~.
http://www.emoticonizer.com
Nah, temen-temen tuh Cuma sekedar bikin issu heboh dikelas. Gia-Idrus tuh digembor-gemborkan. Kamprreeettt, walaupun memang benar pak hadi yang bilang, tapi untung saja yaa, pasangan kalkulus gue bukan sama Idrus. Ternyata sama Hafidz!. Terus Bang Idrus sama siapa dong?

Tapi gue KESEL!! KENAPA PUJI SAMA LISDA, BUKAN SAMA GUE HAH?????? JAWABBBBBBB???

IIIH, si Hafidz maunya sama gue, karena rumah kita deketan. Owalahh, tapi gue cuman mau sama Puji.

Siapaaa yang salah?? Hah? Kenapa pasangannya diganti-ganti.


Salah kokoh!, Hendrik mah fleksibel mau sama Hafids ataupun Kokoh. Tapi Kokoh yaa sama Hendrik. Harusnya Hendrik sama Hafidz saja. Nah Kiar lah yang sama kokoh. Itu Pas! Tapi, gak mungkin banget kalau kiar sama Hafidz. Bukan nya belajar tapi malaahh……

Ehhmm nah gue lah yang sama Puji.  Itu baru benar.

Tapi, semuanya sudah terjadi. IIHH kenapa coba gue kesel pasangan kalkulusnya sama Hafidz?? Bukan sama puji? Adadeeeeehhh, (sebelum nulis blog ini gue sudah diancam untuk tidak menulis macam-macam) Jadi alasan gue ini di skip aja yaaa.
Bodoh banget sumpah, si Hafids gak mau sama kiar. Padahal Kiar mah fleksibel sama siapa saja.

Yaaah begitulah gue, milih-milih. Maunya begini, maunya begitu. Harus begini, harus begitu.

Lanjuutt yukk ~~

Oiaaa, nah gue ke Perpustakaan Lapan tuh yaa, jalan kaki 100 meter saja dari kampus. Gue pergi sama Dwi. Blaaa blaa blaaaa.. (tahu lah yaa, kalau Mahasiswa di Perpus itu ngapain).  (dan ternyata ada Yudha yang juga pergi ke Perpus Lapan)
~Gue ke Perpus untuk menenangkan diri sih~

Sebelum ke perpus Lapan, gue berpapasan sama Windy. Windy menegur, “gia mau kemana?”. Sangkin masih keselnya gue, si Windy gue jutekkin dan gue diem-min. Maaf ya Windy hehehe. Jangan negur gue lagi deh, kalau begitu, saat gue lagi kesel-kesel nya banget. hehehe

Dan tahukah Readers?? Pas di Perpustakaan Lapan, itu ada wartawan Metro TV.
Serius gue! Ada wartawan Metro Tv. Dan gue, dwi, yudha itu di ambil gambar kegiatan kita di sana. Alamakk… hahaha. Dalam hati gue, Yes, yes gue masuk Tipiii.. (ini serius loh).

Yang pertama diambil gambarnya ya si yudha. Dia sepik-sepik baca buku diatas meja bundar. Terus si wartawan mengambil gambar ke yudha dengan kamera berkaki itu.

Abis itu si wartawan eh salah deng Kameramen (yang gue itu bingung, dia laki-laki apa perempuan yaa?) mengambil gambar ke Dwi, yang sepik-sepik Internetan di depan Komputer (milik perpus Lapan).

Oiaaa, tau gak? Si dwi bilang, “Ya ampun gii, itu ada wartawan dari Metro Tv, mampus lah kita. Jangan-jangan kita mau diwawancarai giii,”

“selow,” Kata gue. Yaiyaaallhaa, ini kesempatan gue buat ngeksis.

Gak diwawancarai sih, Cuma diliput gambarnya saja.

Si Dwi gerogi abiss sumpah. 

Dia udah kaya patung didepan computer. Hahahayyy.
Oiaa lupa gue, di perpus, gak lama datang rombongan Miranti. Ada Ana, Khoi, Peni, dan Miranti. Waaah beruntung banget mereka, datang disaat yang tepat.
Langsunglah gambar mereka diambil. Gue, Khoi dan Peni, diambil liputan gambar saat kita didepan Komputer Touch. Ah au ah, namanya apaan. Hehehe Yang jelas kita gerogi juga.

Ana dan Miranti diliput gambarnya saat baca Koran di meja.

Wedeeehhh kita ngeksis di Metro TV boooo!. PFNR 2011 terkenal niiih.

Gue ketawa sengakak-ngakaknya, karena kerempongan KEGEROGIAN KITA SEMUA. (Yudha pun gerogi juga yaaa). Apalagi si Dwi, yang sebelum diliput saja, dia sudah ketakutan huahahaha. Dalam hati gue alhamduliah boo.

Pulanglah kita jam  1 lewat. Hujan pun datang dengan derasnya. Kita semua keluar dari perpus untuk pulang. Kecuali gue dan khoi, kita balik kekampus. Khoi nunggu angkotnya didepan kampus. Nah gue nunguu Hafidz dan Puji juga. Tapi mereka terjebak di kantin FMIPA karena hujan. Dan gue terjebak di halte depan kampus sama Khoi.

~Gue dan Khoi cerita-cerita banyak dong~.

Oiaaa, pas lagi nunggu (hujan masih rintik-rintik), Bang Idrus lewat, keluar gerbang kampus untuk pulang dan menuju Velodrome Shelter Busway.
Gak sedetikpun gue tengokkan kepala gue untuk melihatnya, menegurnya ataupun senyum padanya. 

Oh Noooo deh! ~why? Baca lagi yuk postingan gue yang judulnya "Gak Perlu Judul Part 2" dan "Gak Perlu Judul Part 3"

Terima kasih telah berkunjung. Yuk tinggalkan jejakmu!