[FABEL] Ayo Kita Kawal!
Sumber gambar dari sini
Suatu hari...
Dua pemuda tampan asal Jakarta datang ke Pulau Dea-dea. Mereka hanya sekadar ingin bercengkrama dengan kucing-kucing disana.
"Gue penasaran sekali dengan Pulau Dea-dea ini. Kucing-kucing di pulau ini sudah berkembang biak sejak puluhan tahun lalu, meski tidak ada yang dapat memastikan kapan kucing mulai menghuni dan menguasai Pulau Dea-dea. Kita sudah menempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan taksi air dari dermaga Belang-belang di Desa Tonyamang," kata Nico kepada Galih teman seperjalanannya.
"Lu tahu kan, kalau kucing-kucing di Pulau Dea-dea awalnya berasal dari beberapa kucing yang dibuang oleh warga dari pulau lain di pulau tak berpenghuni itu. Semua kucing di Pulau Dea-dea hidup tanpa ada campur tangan manusia ataupun pemerintah daerah setempat, sehingga kita tuh gak boleh begitu saja bermain dan mengelus kucing-kucing di pulau ini karena kebanyakan bersifat liar mereka," jelas Galih memperingatkan.
Mereka pun mulai memasuki Pulau Dea-dea, surga kucing-kucing.
"WOW! Pemandangan Pulau Dea-dea hijau banget dan penuh pepohonan rindang, yaa walaupun tidak ada tempat beristirahat dan berteduh buatan manusia, sudah cukup untuk jadi daya tarik para pecinta kucing kayak kita, Gal," kata Nico.
***
"Lihat! Akan ada dua pemuda tampan datang ke Pulau kita. Ayo lihat, kawan! Dua pemuda itu sedang berjalan menuju kesini," ucap Bece', kucing ceria yang pertama kali melihat Nico dan Galih.
"OMG, mereka tampan sekali," sahut Zaedah, kucing manis yang selalu terkagum-kagum akan kehadiran manusia. Maklum saja, Pulau Dea-dea ini jarang sekali dikunjungi oleh manusia. Banyak kucing-kucing yang tidak akrab dengan manusia yang berkunjung, kecuali..... kecuali dua pemuda tampan ini.
"Aku yang akan pertama kali menyambutnya, meong!" tegas Bernadet, ketua kelompok kucing remaja di Pulau Dea-dea. "Akan kucakar mereka, jika berani menyentuh kita!" lanjutnya mengancam.
"Bernadet! Meong... tunggu.... Aku rindu kehadiran manusia di pulau kita. Tidakkah kau juga merindukannya? Lihat kedua pemuda itu, mereka hanya sekadar mengunjugi kita saja," kata Zaedah yang sedang berusaha menghentikan langkah Bernadet menuju kedua pemuda tersebut.
Nico dan Galih, kaget bukan main. Sekelompok kucing-kucing yang cantik sedang bercengkrama beberapa meter di hadapan mereka. Ada satu rahasia yang kucing-kucing Pulau Dea tidak tahu. Kunjungan dua manusia kali ini, lain dari pada yang lain. Mereka mengerti bahasa kucing! meong... meong... meong...
"Please, aku saja yang menyambutnya yaa, Bernadet," Zeadah memohon.
"Meong..., Terserah kau!" balas Bernadet.
"Meong.. meong... Selamat datang wahai pemuda-pemuda tampan. Perkenalkan namaku Zaedah, salah satu anggota kelompok remaja kucing di Pulau Dea-dea," sambut Zaedah dengan senyuman manisnya.
"Bray, kucing manis ini namanya Zaedah loh," kata Nicova kepada Galih.
"Manis juga yaa, dia," balas Galih.
"To the point saja! Apa maksud kalian mengunjugi Pulau kami? Kami sudah nyaman di pulau ini. Nenek moyang kalian sudah menelantarkan kami dengan seenaknya, meong!" tanya Bernadet dengan kesal.
"Buset! kita udah disembur nih bray, sama kucing itu," kata Galih sambil menunjuk Bernadet.
"Meong..., Sepertinya mereka mengerti bahasa kita yaa, Zaedah dan Bernadet?" tanya Bece' dengan polos.
"Bagaimana kau bisa tahu Bece'?" tanya Zaedah.
"Lihatlah ekspresi mereka!" jawab Bece' dengan cepat.
Bernadet, Bece', Zaedah dan beberapa anggota kelompok remaja kucing mengiringi langkah Nico dan Galih. "Meong.... meong... meong...." sahut mereka.
"Apakah yang akan mereka lakukan di pulau kita? Mengeksploitasi kita lagi? Meracuni kita lagi?Jangan sampai mereka masuk ke pedalaman. Nanti Kakek Dea-dea tahu, kalau ada manusia yang datang berkunjung ke pulau kita. Bukan hanya kita yang akan dimarahi, tapi dua pemuda itu akan berdarah-darah karena mendapat hukuman dari polisi pulau," Berdanet memperingati.
"Bernadet, tolong kamu jangan langsung berburuk sangka! Kita harus positive thingking terhadap siapapun yang datang berkunjung. Sepertinya mereka pemuda yang baik," kata Zaedah sambil berjalan melewati Bernadet.
"Positive thingking itu bagus. Tapi kita harus selalu sigap akan semua kondisi yang akan terjadi demi keselamatan kita dan keberlangsungan hidup penghuni Pulau Dea-dea ini. Mengerti?" jelas Bernadet.
"Ayo, kita kawal!" teriak Bernadet kepada kelompok remaja kucing sambil berjalan mengiringi Nico dan Galih
***
Ini Fabel apaan yak? hihihi *apasih*
Maaf kalau aneh ceritanya.
Pesannya cuma tentang positive thingking saja, tetapi harus tetap sigap akan semua keadaan. Pesan ini terinspirasi akan sikap mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas yang beberapa waktu lalu telah melakukan aksi-aksi a.k.a demo untuk mengawal beberapa permasalahan bangsa.
6 Cuap Cuap
Write Cuap Cuaphmmm... kaya kenal tuh NIco & Galih..??
kiw.. kiw...
Replyjadi lu yg mana nih.. Bece, Zaedah, atau Bernadet?
"Alkisah sebuah cerita yang.." alkisah bukanny sdh menggambarkan itu cerita ya.., atau gw yg gagal paham
"Lihat! Akan ada dua pemuda tampan datang..." hmm.. bukannya pemudanya sudah datang / tiba. knpa "Akan"?
Hemm... tampan...
ReplyEntahlah Darma~ ka Gia juga gak ngerti, soalnya femiliar ajaa sama kalimat, "Alkisah sebuah cerita...."
ReplyIyaa sudah datang di Pulau Dea-dea. Tapi kan si kelompok kucing remaja posisinya (saat berbicara seperti itu) masih beberapa meter sesudahnya. Jadi lebih baik pakai "Akan". Ini semua tentang posisi...
rajin BW nih yaaa ;p
wah ada cogan MIPA
Replypertanyaan yg pertama blm di jawab
ReplyOoooo... aku mah yang Bernadet aja deh
ReplyTerima kasih telah berkunjung. Yuk tinggalkan jejakmu!